Mahasiswa
pada umumnya adalah orang-orang yang menutut ilmu di kampus, berusaha
untuk mendapatkan nilai yang tinggi hingga dapat lulus dengan predikat cum laude.
Tapi pengertian ini sudah tidak lazim di era sekarang. Jika kita
sebagai mahasiswa seperti demikian, berarti kita melewatkan masa-masa
transisi yang indah. Karena di era sekarang, jika hanya mengandalkan hardskill dianggap KALAH BERSAING jika tidak diimbangi dengan pengembangan SOFTSKILL.
Studi
itu penting untuk menambah wawasan kita tentang suatu bidang ilmu.
Namun, pengembangan softskill juga tidak kalah penting sebagai sarana
untuk eksplorasi kemampuan diri sehingga dapat meningkatkan nilai jual
diri yang positif. Berorganisasi dapat dijadikan salah satu alternatif
untuk mengembangkan potensi diri. Sebab, dengan berorganisasi kita
mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat yang salah satu
tujuannya dapat mengasah kemampuan speaking, lobbying, interactive, dan menjajal layaknya jadi pemimpin.
Bandingkan dengan mahasiswa yang hanya kutu buku, atau bisa dibilang KUPU-KUPU (Kuliah
Pulang, Kuliah Pulang) ! Mereka tidak merasakan nikmatnya
bersosialisasi, kehidupan sekretariat organisasi, panitia penyelenggara
suatu acara, bertemu dengan pihak sponsorhip, dan kemampuan berbicara
didepan umum yang lebih bagus ketimbang yang bukan "anak organisasi".
Memang,
dengan memilih berorganisasi semasa kuliah itu sulit. Karena selain
harus pintar membagi waktu, kita juga dituntut untuk selalu on the track dengan
nilai kuliah yang minimal harus IPK 3,... Tapi, itulah sensasinya. Jika
kita bisa melewati keduanya dengan baik, maka masa depan cerah di dunia
selepas kuliah akan kita dapatkan dengan pengalaman-pengalaman kita
selama berorganisasi di kampus. Pasti kelihatan bedanya kok antara orang
yang full study oriented dengan organization oriented. Kata senior2 sih gitu...hehe :)
Jadi, kamu mau milih yang mana ??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar