1. Terlalu banyak tidur
Tentu saja setiap orang ingin bisa beristirahat cukup tapi sayangnya, mayoritas dari kita tidak mendapatkannya. Walau demikian terlalu banyak tidur juga memiliki efek negatif. Jika biasanya hanya tidur 6 jam selama hari kerja, lalu memutuskan untuk tidur 9-10 jam saat weekend atau hari libur maka jangan kaget jika ketika bangun dapat "bonus" sakit kepala. "Saat terlelap, tubuh bernafas lebih lambat, jadi CO2 yang dikeluarkan pun lebih sedikit. Tidur lebih lama memberi kesempatan pada CO2 untuk mengendap dalam tubuh lebih lama, memicu timbulnya sakit kepala."
"Selain sakit kepala, seseorang yang tidur berlebihan cenderung merasa depresi, rawan jantung, bahkan bisa juga meninggal," menurut Dr. Margaret.
2. Overdosis vitamin
Vitamin, entah dari makanan atau obat mutivitamin, merupakan salah satu komposisi penting yang diperlukan tubuh. Namun, bagaimana bila overdosis? Apa dampaknya?
Menurut beberapa ahli gizi seperti Lyssie Lakatos, para wanita harus hati-hati dengan jenis vitamin yang larut dalam lemak seperti vit. A, karena bisa tertimbun dalam lemak. Berbeda dengan vit.C yang larut dalam air sehingga mudah dikeluarkan lewat urine.
Vitamin A penting untuk kesehatan mata, reproduksi, dan sistem imun. Vitamin A banyak terdapat dalam buah dan sayur, juga susu dan telur. Masalahnya adalah banyak makanan diperkaya vitamin A. "Jika Anda makan sereal dengan susu, lalu mengonsumsi multivitamin, dan makan sebutir telur, maka kemungkinan besar, kadar vitamin A hari itu sudah berlebihan," ujar Lyssie.
Lalu, apa tanda-tanda tubuh kelebihan vitamin A? Rambut dan alis rontok, kulit kasar, dan bibir pecah-pecah. Sebaiknya tidak perlu menambah multivitamin lagi jika bahan makanan sudah mengandung jumlah vitamin A yang cukup.
3. Olahraga terus-menerus
Sepanjang minggu sudah duduk di balik meja kantor, meja beajar, meja praktikum, dll kini saatnya untuk olahraga. Tapiii, tunggu dulu! "Seseorang yang jarang berolahraga lebih berpotensi terluka jika mereka terlalu bersemangat melakukannya pada sekali waktu," ujar Carly Cummings, seorang personal trainer sekaligus pendiri Hyp-Yoga Inc. "Tips yang bisa saya berikan untuk pemula adalah mengingat bahwa olahraga adalah sebuah tahap yang harus dilakukan konsisten seumur hidup. Jadi, pilih yang bisa Anda nikmati. Memaksakan diri, bahkan jika sampai tubuh kesakitan, jelas bukan tindakan bijak." Selalu mulai olahraga dengan start pelan dan pemanasan lebih dulu. Setahap demi setahap itu sangat penting.
Nah, terlalu sering olahraga juga nggak baik. Karena badan juga butuh istirahat, dan otot-otot pun bisa menjadi terlalu tegang.
4. 'Banjir' pembersih tangan
Sedikit-sedikit hand sanitizer...Meski para ahli menyetujui bahwa hand sanitizer berbasis alkohol bisa menghentikan peredaran kuman penyakit atau mikroorganisme patogen, namun sabun dan air tetap merupakan cara cuci tangan yang lebih sehat. "Sanitizer disediakan saat tak ada tempat cuci tangan di sekitar kamu. Menggunakan gel pembersih beberapa kali, tanpa mencucinya, memungkinkan bakteri menempel di tangan." Ada baiknya, setelah pemakaian gel pembersih tangan sebanyak 3 kali, segera mencuci tangan dengan air dan sabun. Lagipula, dikhawatirkan nantinya mikroba yang menempel bisa menjadi kebal dan lebih tahan terhadap penggunaan hand sanitizer.
5. Berlimpah serat
Serat memang ramah untuk pencernaan dan kadar gula dalam darah. Serat juga merupakan sahabat baik bagi mereka yang sedang diet karena serat memberi kesan penuh pada lambung. Namun, mengonsumsi serat berlebih bisa memicu timbulnya gas dalam perut, diare, dan kram perut," kata sang ahli gizi Tammy Lakatos Shames.
6. Sikat gigi terlalu keras
Tentu saja gigi yang putih bersih itu indah, namun hal ini tak berarti kamu menyikatnya terlalu keras dan terlalu sering. "Semua pasta gigi pasti mengandung zat abrasif (untuk menghilangkan noda), dan penggunaan terlalu banyak bisa melukai email gigi", kata Dr. Margaret. "Sedangkan menyikat gigi terlalu keras bisa mencederai gusi dan membuatnya menyusut." Lebih baik kamu menggosok gigi 2-3 kali sehari dengan pasta sebanyak ukuran kacang polong dan sikat gigi dengan bulu soft-medium.
7. Sering Cuci Muka
Jika kulit berminyak dan cenderung berjerawat, maka kamu mungkin bakal tergoda untuk sering-sering cuci muka. Padahal mencuci muka terlalu sering justru akan membuat kulit sensitif iritasi dan memperburuk jerawat. "Tujuan mencuci wajah adalah menghapus kotoran dan debu, bukan menguliti lapisan kulit wajah. Selain itu wajah juga menjadi kering". "Mencuci wajah 2 kali sehari dengan sabun lembut itu sudah cukup."
8. Tes kesehatan teruuus niiih
Ada diskon dari laboratorium atau rumah sakit terdekat untuk layanan check-up. Entah karena alasan diskon, atau terlalu khawatir dengan kondisi diri sendiri, bisa menyebabkan seseorang sering tes kesehatan. Yaa perlu diketahui aja, jika dokter tidak merekomendasikannya lebih baik kamu nggak gampang atau didkit-dikit check-up. Kenapa? Sebab banyak peralatan medis yang memancarkan radiasi yang nggak begitu baik untuk tubuh.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar